TANGISAN DALAM TUMPUKAN PUING-PUING
Oleh: Lutfa Munawar
Teman, apa kalian masih teringat kabar itu?
Saat 13 tahun lalu malaikat laut menjungkirkan Aceh
Saat bumi seolah menari-nari,membuat mereka berpiatu, membuat mereka tak beristri, membuat mereka tak bersuami, membuat mereka tak berbapa dan buat mereka miskin papa.
Ya Allah.
Apa kalian masih merasakan guncangan itu,
Apa kalian masih mendengar jeritan-jeritan yang membuat bulu kuduk merinding hebat.
Jeritan itu meraung-raung walau mereka sudah jadi mayat
Apa kalian masih ingat kabar itu?
Aku tersentak
Jantungku berhenti 2 detik seketika,
Saat jeritan-jeritan itu kembali meraung,setelah 13 tahun lalu
Malaikat kembali menggerek lempengan bumi,
Ya Allah
Temanku tak berbapa lagi,
Mereka kini sebatang kara dengan basah air mata
Aceh....
Aceh....
Dilangitmu mata mereka yang syahid tersenyum
Di tanahmu sanak saudaraku menangis, menata puing-puing dengan pasrah dan sabar
Seorang anak 6 tahun membuka puing rumahnya,
Dibaliknya
Dia lihat jenazah ibunya yang bersih tanpa luka.
Dibaliknya lagi puing
Dia lihat jenazah ayahnya yang tetap gagah, raut muka tersenyum sedu. Tak ada darah setetes pun di tubuh
Oleh: Lutfa Munawar
Teman, apa kalian masih teringat kabar itu?
Saat 13 tahun lalu malaikat laut menjungkirkan Aceh
Saat bumi seolah menari-nari,membuat mereka berpiatu, membuat mereka tak beristri, membuat mereka tak bersuami, membuat mereka tak berbapa dan buat mereka miskin papa.
Ya Allah.
Apa kalian masih merasakan guncangan itu,
Apa kalian masih mendengar jeritan-jeritan yang membuat bulu kuduk merinding hebat.
Jeritan itu meraung-raung walau mereka sudah jadi mayat
Apa kalian masih ingat kabar itu?
Aku tersentak
Jantungku berhenti 2 detik seketika,
Saat jeritan-jeritan itu kembali meraung,setelah 13 tahun lalu
Malaikat kembali menggerek lempengan bumi,
Ya Allah
Temanku tak berbapa lagi,
Mereka kini sebatang kara dengan basah air mata
Aceh....
Aceh....
Dilangitmu mata mereka yang syahid tersenyum
Di tanahmu sanak saudaraku menangis, menata puing-puing dengan pasrah dan sabar
Seorang anak 6 tahun membuka puing rumahnya,
Dibaliknya
Dia lihat jenazah ibunya yang bersih tanpa luka.
Dibaliknya lagi puing
Dia lihat jenazah ayahnya yang tetap gagah, raut muka tersenyum sedu. Tak ada darah setetes pun di tubuh
![]() |
Ya Rabb,..
Jangan jadikan Aceh sebagai murkamu
Jangan jadikan Aceh sebagai bencimu
Jangan jadikan Aceh sebagai tanda datangnya kiamat
Ya Allah
Jadikan kampung halamanku surga bagi para syuhada yang tersenyum dibalik puing-puing mesjid itu
Oh Aceh
Aku tahu kau begitu kuat
Jangan jadikan Aceh sebagai murkamu
Jangan jadikan Aceh sebagai bencimu
Jangan jadikan Aceh sebagai tanda datangnya kiamat
Ya Allah
Jadikan kampung halamanku surga bagi para syuhada yang tersenyum dibalik puing-puing mesjid itu
Oh Aceh
Aku tahu kau begitu kuat
Bandung, 10 Desember 2016. DariAnakPerantauan.
Share if you like


3 komentar
Write komentarPray For Aceh 😔
ReplyDo'a keu saudara geutanyoe mandum
ReplyBeu jroh
ReplyEmoticonEmoticon