AWAS ADA PRIBUMI GALAK!!

“kota kecil penuh kenangan” itu yang dikatakan supir bus ketika kubilang tujuanku adalah jogja.
Hmmm sepertinya aku setuju.


where bule where?


Udah 2 minggu aku disini semenjak tahun baru, hampir disetiap sudut kota jogja kusisiri, kujamahi, kupelentiri hingga ke ujung gang sempit sekalipun.

Tujuanku hanya satu, aku menagih perkataan pak Anies baswedan yang katanya setiap sudut kota jogja itu romantis.

“I’m agree with that” aku berkata pelan ke bule yang sedang memandang lukisan pak Anies itu

“Excuse me?” bulenya heran setengah was-was takut dicopet

“No what-what” kataku seraya melangkah pergi

“Deal with it!” si mok berkata, kemudian melangkah mengikutiku

“What the hell men??” bule terperangah heran

..

Bukan sekali itu aja aku gangguin bule di jogja, sebelumnya pernah juga pas aku pertama kali kesini, perginya naik kereta sama wafie dan sandy juga.

Aku duduknya di depan, dikursi belakang aku tu ada sepasang bule, kayanya tu bule lagi holiday deh, dari perkiraan aku kayanya bule dari jerman gitu.

Tu bule kuliat mesra banget, duduknya pelukan gitu, dan di setiap kereta masuk ke terowongan mereka pasti ciuman. Seriusan ini sungguh! haha

Gak ngerti juga ya aku kenapa gitu si bule, tapi kayanya dia udah sedikit banyaknya tau kondisi budaya Indonesia yang gak terbiasa dengan orang ciuman di tempat umum, makanya ciumannya diam-diam. Terutama aku yang dari Aceh kan, aku ingat tu disana kalo ada pribumi ciuman di tempat umum bisa-bisa digebukin warga, minggu depannya dicambuk di muka umum karena telah melakukan khalwat!

Kalian orang awam mungkin mencibir budaya kami disana, munafik kalian bilang? Bebas, fak you men. I’m so proud with my territory men!! Aceh lon sayang, You must know!

..

pemburu bule bandot


Ini udah terowongan ke 5, si bule sudah melakukan 5 kali ritual ciuman! Aku santai aja men, gak perlu dipermasalahin. Tapi otak ku mulai bekerja

“Lumayan ni bule, biar dia tau gimana isengnya orang Indonesia” kusenggol temen-temen disamping

Aku ke jogja naik keretanya berlima bareng si mok, si wafie, sandy, rafli, dan teuku. Mereka juga udah tau dengan bule bandot yang dibelakang

“Kita gasss terus doh” si mok membalas senggolanku

“Kita tungguin terowongan selanjutnya aja” si wafie bersuara dengan keadaan ngantuk

Kami menunggu

10 menit….

Masih belum.

30 menit…

Masih belum

“Hoaammm” si bule menguap

“Ya salam… itu menguap apa kesetrum” si mok nyeletuk

“Ngeri gitu e” teuku melanjutkan celetukan si mok

Sejam sudah kami menunggu, sepertinya gak ada tanda-tanda bakal ada terowongan lagi. Kami kecewa! Niat buruk kami gak terealisasi.

Duajam kemudian aku terbangun karena goncangan, kuliat disamping teman-temanku masih pada tertidur. Kuliat ke belakang, si bule terlihat bersemangat, sepertinya dia sedang melakukan pemanasan sebelum ciuman.

“Oy bangun doh, bentar lagi masuk terowongan ni!” kubangunin mereka satu persatu

“Selo kau jangan panik, kami sudah tau” si mok berbicara dengan matanya sengaja merem

“Hp udah pada ready?” wafie seolah membakar semangat

“Ready!” jawab kami serempak

5..4..3..2..1

Suasana gerbong tiba-tiba gelap, kami sudah memasuki gerbong!

Terdengar suara khas ciuman yang seperti suara tikus kejepit dari kursi si bule.

And then… (jreng jreng jreng) *sound effect

Sekejap kemudian lampu menyala dari senter kami, persis ke arah mereka. Memperlihatkan muka si bule yang memelas penuh dosa.

Si bule sempat shock, merasa terkejut, dah kaya bocah SD yang ketahuan bolos ke warnet sama mamaknya.

Kami kompak memandang si bule dengan tatapan penuh heran, seolah itu pertama kalinya kami melihat permandangan seperti itu dan pengen ikutan juga.

Sementara itu, si bule awkward banget, dia merasa hina dipergoki pribumi. Walaupun awkward dia mencoba tetap tenang, kemudian dia mencoba menyapa

“Hhhai, apha khabhar?”

*kemudian hening

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »