JATUH CINTA DIAM-DIAM, SAKITNYA TERANG-TERANGAN


Aku sebenarnya hari ini mah gatau mau nulis apa, pala otak aku blank setelah tadi pagi patah hatiku!.

Sudah lama aku merhatiin dia, semenjak langkah kaki pertamaku ke kampus ini, tatapan aku selalu gak pernah lepas dari dia. Andai curi pandang itu termasuk tindakan kriminal, pasti aku jadi burunon dengan harga tertinggi. Aku kriminal garis keras men! *berisik ah

Namanya Cinta, mukanya khas neng geulis bandung, tapi dia bukan sembarang neng geulis, dia spesial, dia berkumis! Asli dia berkumis wak. Kumisnya tuh tipis kaya kucing baru akil baligh!.


Btw ngomongin kucing, aku kasian ya ama kucing dan keluarganya, karena kucing adalah satu-satunya makhluk yang gak pernah menikmati masa muda, dari kecil udah kumisan!! *apaansih

..

Aku dari dulu percaya kalo cewek cantik itu adalah cewek yang berkumis tipis. Gak tau kenapa ya suka aja gitu aku liat dan mandangnya. Tapi itu kumisannya masih dalam batas wajar ya, kalo sampe brewokan sebadan-badan ya gelik juga awak -_-

Aku sih dari dulu gak punya masalah apa-apa dengan cewek, gak ada masalah dengan lemah dihadapan wanita, aku bukan introvert juga. Tapi ntah kenapa kali ini beda, ntah karena cewek ini yang beda atau jangan-jangan ini sifat aku yang asli, pecundang??!

Biasanya rabu kami bertemu dalam diam, saling berselisih tapi gak saling bersapa, terkadang saling sapa tapi gak saling bertemu. *duhh bingung

Kaya kemarin diparkiran aku ketemu lagi sama dia, tapi kali ini dia menyapa ramah dengan tatapan menggoda penuh nafsu *wadaw

“Ris boleh nebeng gak ke bunderan”

Aku hampir kejang kesenangan hampir gak percaya dia ngajakin nebeng wak

“Ris, kamu sehat?”

“Eh sehat kok, tapi kamu jangan liatnya dengan tatapan liar gitulah”

“Emangnya salah gitu?” dia menjulurkan lidah kaya anjing *eh maksudku kaya anak-anak lagi ngejek nama ayah

“Salah atuh, liat tu kumis kamu rontok dua helai”

“Aihhh kamu mah” Tangannya memukul dadaku, mukanya merah

“Hayu deh, bunderan kan? Tapi ke kosan aku dulu ya bentar, deket situ kok”

“Kuy ah”

.

“Asik, kesempatan nih!” kataku dalam hati

“Maen teros sukak-sukak kau disana kayak binatang” mantanku nyambar juga dalam hati

“Eh ngapain kau kak, kau kan jauh di Aceh?”

“Kan kita jauh dimata deket di hati adk sayang”

“BERISIK AHHHH!”
“ .. ”

“BERISIK KO!”
“ .. ”

“BERISIK TOT!”
“ .. ”

“JANGAN GANGGU AWAK BERISIK AHHHH”

.

Aku terbangun oleh deringan handphone yang minta ditekan tombol answer daritadi

“Selamat pagi sayang” terdengar suara dari balik gagang handphone

Merasa terganggu, langsung saja kumaki, kuteriaki sepuas hati

“GANGGU AJA KO PUKIMAKK!” kemudian langsung kumatiin

Huff cuma mimpi lagi, aku memaki dalam hati setengah tak percaya.

Kurebahkan diri lagi ke kasur, berharap bisa melanjuti mimpi yang tadi. Hingga lima menit kemudian aku tersadar

Fakkkkkkk!

Kuambil hp langsung kupencet nomor di kontak favorit

“Maafin aku sayang”

..

Alhasil aku diputusin tadi pagi!

Alasannya gak masuk akal wak, masa katanya gak tahan lagi tiap pagi aku suka maki-maki dia, ya salah sendiri ngapain telpon pas orang lagi enak ngimpi *maaf saya memang goblok

“Ini udah ke-93 kali kamu maki aku pagi-pagi” Terdengar isak tangis dari seberang telepon

“Lah spesifik kali gitu angkanya ya?”

“Yaiyalah awak hitung selalu goblok!!”

“Kalo gitu kenapa putusinnya dikali 93 bukan dikali 100 aja, hahahaha”


*tuuttt tuuttt tuuttt 

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »