Akhirnya tiba juga waktu keberangkatan aku merantau. Di bandara pagi itu terlihat banyak kawan yang ikut
mengantar melepas kepergianku, bahkan zahlul dan farisi jauh-jauh datang
dari seberang pulau untuk mengantar teman seperjuangan dari masih balita.
Suasana haru sekilas datang, bahkan si imam sukses dengan jeleknya nangis di
pangkuan wafie, yang membuat hitam eksotis kulitnya terasa bersinar udah kek cahaya
ilahi ketika ingus ikut saling sapa dengan air mata.
Pak putra guru kami, nampak jelas matanya berkaca-kaca, tapi
gengsi dong kalo nangis, beliau tetap duduk tenang menjaga wibawanya.
![]() |
| Garuda Indonesiaaaaah uwoooo |
Pesawat delay 50 menit, boarding room penuh dengan muka-muka
orang merasa kesal, sofa merah hitam dipojokan kujadikan tempat berdiam,
kuhidupkan laptop dan langsung menyetel fifa 15 kesukaanku. Wafie dan sandy
bolak balik nelponan, ditengah keasikanku datang seorang cewek yang
kelihatannya sebaya denganku, kulitnya putih manis, senyumnya manis, dan kalo makan suka lewat hidung.
“misi mas, lagi main fifa ya?”
“eh iya neng” jawabku setengah terkejut
“boleh ikut gabung gak? Bosan bener ni, pesawat aku delaynya
2 jam”
“iya neng boleh kok, ni ambil aja” kukasih stik sambil
ngedipin mata
Rupanya dia cewek yang asik, orangnya easy going,
nyambunglah pokoknya dengan sifat aku yang tak kalah liar dari lembu kampung.
“terbang kemana mas?” dia kembali bersuara setelah lama
memilah milih tim
“ke bandung mbak, mbak kemana?
“duhhh jangan panggil mbak dong, panggil aja nia, yaa”
“haha iyadeh, nia berangkat kemana?”
Dia gak jawab karena lagi minum air mineral yang dikasih
pihak maskapai karena pesawatnya delay.
“aku bingung deh, delay gini cuma dikasih aqua, prettt” dia
kembali bersuara
“lah emang harusnya gimana?”
“ya harusnya dikasih makanan juga dong, apalagi kalo pesawat
yang ini selalu delay, kurasa aku harus kasih tau pihak maskapai untuk inisiatif
untuk membuat makanan prasmanan sebagai permintaan maaf keterlambatan, coba aja
gitu pasti gak ada orang yang mukanya kesel gitu” kata dia sambil menunjuk
seorang bapak-bapak kumisan yang mukanya setengah nahan marah
“hahaha mukanya kok gitu kali, kayak iblis yang gagal
menggoda manusia”
“emangnya kek mana muka iblis yang ke bilang tu?”
“ya gitu, liat aja tu kumisnya, kayak genderowo baru habis
makan orok, tu kuyakin tu makhluk siluman. Apa kamu kepo kali, belum pernah
liat makhluk rusak gitu ya?
“Pernah, tiap hari malah!!”
“Lah?”
“Dia bapak aku”
“Hah?”
“Iya itu orang yang kamu bilang kayak iblis ama genderuwo makan
orok itu papa aku!!!”.
*Kemudian hening

6 komentar
Write komentarBereh, berkarya terus. Kupreh post selanjut jih.
Reply(Y)
Replycoba lebih true story aja biar lebih keren, lanjut terus bro👍
Replycoba lebih true story aja biar lebih keren, lanjut terus bro👍
ReplyHaha terima kasih broh
Replyhohoho ini udah yg paling true story
ReplyEmoticonEmoticon