Hati-hati: Banyak Cewek Cantik Goblok


Daritadi pagi hujan gak berhenti menceramahi daerah cibiru, hujan disini beda ya gak kaya hujan di aceh sana. Disini hujan tu airnya gede-gede, setetesnya bisa seukuran bulir jeruk. Jadi gak heran deh tiap hujan disini airnya pasti tergenang.

Aku tu disini anak rantau yang kemana-mana harus jalan kaki, hujan sore kemarin membuat aku terpaksa berteduh ya biar gak basah *yaiyalah -_-

Kalo neduh dari hujan itu ya seru aja gitu, kita bisa merhatiin kekmana prilaku orang-orang ketika hujan. Kan banyak tu orang yang jadiin hujan sebagai tempat pelampiasan galaunya

   “aku suka berjalan di tengah derasnya hujan, agar tak ada yang tau kalo aku sedang menangis” bacotan klasik.

Rela aku basah-basahan demi kalian lho wkwk


Hujan tadi pagi deras banget, airnya tergenang setinggi mata kaki orang dewasa, aku berlari cari tempat berteduh, kebetulan ada idnomaret. Di teras idnomaret itu rupanya udah penuh ama orang yang senasib dengan aku, tapi mereka beruntung duluan neduh jadi gak basah kuyup kaya aku.

Karena teras idnomaretnya udah penuh dan gak memungkinkan lagi untuk kupaksa berdesakan, aku langsung pindah haluan untuk mencari tempat berteduh yang lain.

  “Eh ris mau kemana?” dari belakang terdengar suara, agak samar-samar karena suara itu saling sikut dengan suara hujan yang gak mau kalah

  “Mau kedepan” seruku tak acuh

  “Jangan hujan-hujan ntar sakit gak ada yang urus lho” lanjutnya lagi

Aku baru ngeh itu suara lembut banget, mungkin itu suara terlembut yang pernah aku dengar, dengerin suaranya aja bisa membuatku hangat ditengah udara sedingin itu.

Kubalik badan dengan cepat mencari sumber suara, kuliat rupanya bapak-bapak berkumis seperti sapu ijuk yang berada disana. Waah sungguh bapak-bapak yang keren suaranya lembut seperti itu, mungkinkan itu efek dari kumisnya yang kaya sapu ijuk itu? Aku harus berkumis seperti itu juga ah, pikirku dalam hati. 

  “Bapak tadi yang ngomong?

  “Ah enggak saya gak ngomong apa-apa” bapak berkumis sapu ijuk itu bingung

  “Eh ini aku” dari belakang bapak itu terpancar sinar diiringi dengan musik yang kaya di film-film

  “Bahaha gila kukira bapak itu”

  “Goblok banget sih kamu”

Kami berbicara santai sambil neduh dibawah atap idnomaret dan dibelakang si bapak-bapak kumisan yang sempat menjadi korban praduga tak bersalah dengan liarnya. Setelah lama ngobrol dengan si teteh geulis, aku mendapatkan informasi yang berharga banget, rupanya dia kasir idnomaret langganan aku yang baru abis shift jaga dan mau pulang!

Padahal aku langganannya di alfamaret (huahaha)

Dia katanya kenal sama aku, karena aku temennya saras adiknya. Adiknya sering ceritain tentang temen-temennya yang di kampus ceunah *wtf men

Hujan murung berhenti, yang neduh disitu makin lama makin banyak dan makin berdesakan. Selain mahasiswa dan karyawan, yang neduh disitu ada juga pedangan baso ikan. 

“Ris, kamu laper gak?”

“Hm lumayan kak”

“Jajan baso ikan hayuk?”

“Gak deh, kakak aja silahkan” tolakku halus

“Ah jangan gengsi, aku yang bayarin”

“Hayukkkkk”

“Wkwkwk” dia ketawa kaya Donald bebek kesurupan.

Pedagangnya menerima kami dengan lapang dada. jelas aja, si teteh disini tiba-tiba menggila. Ntah untuk kepentingannya ingin nampakin kalo dia humoris, atau mungkin dia masih dalam keadaan kesurupan Donald bebek!

“Bang, baso ikannya berapa?”

“2 ribu dapet 3 neng” abangnya kalem

“Berarti kalo 2 ribu 3, 4 ribu berapa?”

“6 dong neng” abangnya masih kalem

“Wahh bodoh, 10 atuhhhhhhhhh”

Hening, Semua yang disitu memandang dia, antara memandang aneh atau pandangan penuh kagum karena tercengang dengan rumus matematika baru. Mungkin kalo si Albert Einsten tau rumus ini dia bakal ngambek terus pensiun dini gak mau lagi jadi ilmuwan!

Pedangangnya masih dengan tatapan penuh dosa berusaha tetap cengengesan, tapi dalam hati dia ngomong

“ANJIRRR NI CEWEK CANTIK2 GOBLOKKK!!” 

besoknya si pedagang jualan anak ayam warna-warni di depan SD. Kapok jualan baso ikan!


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »