Laut? Tempat Penangkaran Cowok Kere






















"Adk pengen ALONE bang!”

Ntah kenapa kata-kata itu keluar dari bibir manis pacarku hari ini. Yang jelas cuaca diluar cukup panas waktu itu, tetapi di hati mengempul awan pekat hitam yang seolah siap menyambar tanpa menunggu izin.

Aku menunduk, dia tersenyum halus. Senyuman yang selama ini selalu membuatku gak bisa tidur kalo ngebayanginnya. Tatapannya lurus ke mataku, seolah tatapan kucing hutan liar yang siap menerkam tikus hutan tanpa mempermainkannya terlebih dahulu.

Kadang-kadang dia memanyunkan bibir tanda tidak nyaman. That my favorite! Aku suka caranya memanyunkan bibir, menggerutu dengan begitu lucu. Mentari pun menyingkir tahu diri, melihat dia begitu menggemaskan sore ini.

Ada hening yang panjang disudut cafe yang bising itu. Aku gak berani menatap matanya, gilaaaa! Bibirku terasa lengket gak bisa dibuka. Ternyata sihir kata-kata lebih kuat daripada lem kualitas nomor satu manapun, Edan!

Di dalam diam kutenggak teh tarik digelas berwarna sendu yang rasanya terlalu manis, tapi disaat kayak gini, gak ada kata terlalu manis untuk orang yang sedang patah hati.

  “Ttttapi kenapa, dk?” kucoba memecahkan keheningan, mulutku terbata.

  “Maaf aku harus pergi” dia bergegas keluar

*tangannya kutarik

  “Apaan sih, lepasin gak” dia memberontak kaya ikan terdampar

  “Jadi gini dk”

  “APA” jawabnya judes setengah imut

  “Hehehe”

  “Apasih??”

  “Dompet abg lagi kosong euy”

  “DASAR COWOK KERE, KE LAUT AJA SONO JADI NELAYAN”

Dia membayar ke kasir, lalu pergi hilang dijilat keramaian, hampa hilang semua, bayangnya pun tak tersisa untuk kupeluk dalam diam

..


Wajah memerah, alis bertaut, nafasku memburu. Aku keluar cafe, gak peduli orang menganggap drama anak muda atau apalah, batinku bergemuruh dalam diam

“Setidaknya aku sempat memilikimu walau hanya sebentar. Saat kamu tinggalkan, aku masih sanggup tersenyum. Saat kamu melangkah pergi, aku masih sanggup untuk melambaikan tangan dan berkata selamat jalan sayang. Dan jika suatu saat nanti kamu tidak ingat aku lagi, anggaplah aku tidak pernah ada di masa lalumu.” 

Ketika aku berusaha mengikhlaskanDari belakang ia kembali, dia menggenggam kedua tanganku, matanya berkaca

  “Abangg!”


 “Iyaa sayang” :(


 “Kembaliannya mana?”

  

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »