Bahaya delay pesawat ke 133, Dijauhi cewek cantik

Akhirnya tiba juga waktu keberangkatan aku merantau. Di bandara pagi itu terlihat banyak kawan yang ikut mengantar melepas kepergianku, bahkan zahlul dan farisi jauh-jauh datang dari seberang pulau untuk mengantar teman seperjuangan dari masih balita. Suasana haru sekilas datang, bahkan si imam sukses dengan jeleknya nangis di pangkuan wafie, yang membuat hitam eksotis kulitnya terasa bersinar udah kek cahaya ilahi ketika ingus ikut saling sapa dengan air mata.

Pak putra guru kami, nampak jelas matanya berkaca-kaca, tapi gengsi dong kalo nangis, beliau tetap duduk tenang menjaga wibawanya.

Garuda Indonesiaaaaah uwoooo


Pesawat delay 50 menit, boarding room penuh dengan muka-muka orang merasa kesal, sofa merah hitam dipojokan kujadikan tempat berdiam, kuhidupkan laptop dan langsung menyetel fifa 15 kesukaanku. Wafie dan sandy bolak balik nelponan, ditengah keasikanku datang seorang cewek yang kelihatannya sebaya denganku, kulitnya putih manis, senyumnya manis, dan kalo makan suka lewat hidung.

“misi mas, lagi main fifa ya?”
“eh iya neng” jawabku setengah terkejut
“boleh ikut gabung gak? Bosan bener ni, pesawat aku delaynya 2 jam”
“iya neng boleh kok, ni ambil aja” kukasih stik sambil ngedipin mata

Rupanya dia cewek yang asik, orangnya easy going, nyambunglah pokoknya dengan sifat aku yang tak kalah liar dari lembu kampung.

“terbang kemana mas?” dia kembali bersuara setelah lama memilah milih tim
“ke bandung mbak, mbak kemana?
“duhhh jangan panggil mbak dong, panggil aja nia, yaa”
“haha iyadeh, nia berangkat kemana?”

Dia gak jawab karena lagi minum air mineral yang dikasih pihak maskapai karena pesawatnya delay.

“aku bingung deh, delay gini cuma dikasih aqua, prettt” dia kembali bersuara

“lah emang harusnya gimana?”

“ya harusnya dikasih makanan juga dong, apalagi kalo pesawat yang ini selalu delay, kurasa aku harus kasih tau pihak maskapai untuk inisiatif untuk membuat makanan prasmanan sebagai permintaan maaf keterlambatan, coba aja gitu pasti gak ada orang yang mukanya kesel gitu” kata dia sambil menunjuk seorang bapak-bapak kumisan yang mukanya setengah nahan marah

“hahaha mukanya kok gitu kali, kayak iblis yang gagal menggoda manusia”

“emangnya kek mana muka iblis yang ke bilang tu?”

“ya gitu, liat aja tu kumisnya, kayak genderowo baru habis makan orok, tu kuyakin tu makhluk siluman. Apa kamu kepo kali, belum pernah liat makhluk rusak gitu ya?

“Pernah, tiap hari malah!!”

“Lah?”

“Dia bapak aku”

“Hah?”

“Iya itu orang yang kamu bilang kayak iblis ama genderuwo makan orok itu papa aku!!!”.


*Kemudian hening

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

6 komentar

Write komentar
11 Agustus 2016 pukul 00.51 delete

Bereh, berkarya terus. Kupreh post selanjut jih.

Reply
avatar
12 Agustus 2016 pukul 10.52 delete

coba lebih true story aja biar lebih keren, lanjut terus bro👍

Reply
avatar
12 Agustus 2016 pukul 10.55 delete

coba lebih true story aja biar lebih keren, lanjut terus bro👍

Reply
avatar
17 Agustus 2016 pukul 22.25 delete

hohoho ini udah yg paling true story

Reply
avatar